Jakarta, Kabariku— Mahkamah Agung (MA) resmi melantik Thomas A.M. Djiwandono, sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031.
Thomas telah mengucapkan sumpah jabatan dalam prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Sunarto yang berlangsung di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Pelantikan ini, berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Deputi Bank Indonesia.
Thomas tiba di Kompleks Gedung MA sekitar pukul 14.00 bersama keluarganya, termasuk Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.
Dalam sumpah jabatannya, Thomas menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas. Ia berjanji tidak akan memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada siapa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan nama dan dalih apa pun.
Ia juga bersumpah tidak akan menerima janji atau pemberian dalam bentuk apa pun dari pihak mana pun.
“Saya berjanji bahwa saya akan melakukan tugas dan kewajiban Deputi Gubernur Bank Indonesia dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab serta setia kepada negara, konstitusi, dan haluan negara. Kiranya Tuhan menolong saya,” demikian bunyi penggalan sumpah jabatan yang diucapkannya.
Sebelum menjabat sebagai Deputi BI, Thomas diketahui merupakan Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Keuangan, Thomas merupakan pria kelahiran Jakarta pada 1972.
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Seni di bidang Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat, pada 1994. Kemudian, pada 2003, ia meraih gelar Magister di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat.
Karier profesional Thomas dimulai di dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi jurnalis magang di Majalah Tempo pada 1993, lalu bergabung dengan Indonesia Business Weekly sebagai jurnalis pada 1994.
Setelah itu, ia beralih ke sektor keuangan dengan menjadi analis di NatWest Market Jakarta pada periode 1996–1999. Ia juga sempat berkiprah sebagai konsultan di Castle Asia pada 1999–2000.
Dengan latar belakang kuat di bidang media, keuangan, dan pemerintahan, penunjukan Thomas sebagai Deputi Bank Indonesia diharapkan dapat memperkuat peran bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Hadir pada pelantikan ini, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Para Ketua Kamar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, para pejabat eselon 1 Mahkamah Agung, jajaran pejabat Bank Indonesia.
Selain itu, hadir pula Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, hingga Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman.
Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com















Discussion about this post