Penjabat Bupati Garut Apresiasi Acara ‘Peacesantren’ Ramadhan Show Pesantren Al Musadaddiyah

Peacesantren Ramadan Show mengusung pesan damai dari pesantren

Garut, Kabariku-  Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, turut serta dalam acara Peacesantren Ramadhan Show “Pesan Damai dari Pesantren” di Pesantren Al Musadaddiyah, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (23/2/2024).

Acara disuguhi penampilan Band Gigi ini membawakan lagu-lagu religi seperti “Pintu Sorga” dan “Perdamaian”.

Pj Bupati Garut menyatakan bahwa kedamaian adalah kunci pembangunan. Barnas mengapresiasi kegiatan edukasi ini sebagai upaya untuk membangkitkan semangat para santri dalam berkarya dan berkontribusi di masa depan.

“Sekali lagi keren, dan kami bangga bahwa Garut dijadikan salah satu tempat untuk kegiatan ini,” ucap Barnas.

Di tempat yang sama, Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Muhammad Ali Ramdhani, mengungkapkan bahwa kegiatan Peacesantren hari ini merupakan acara ketiga dari rencana 5 titik di pulau Jawa, digelar untuk menebarkan pesan damai dari pesantren.

Alasan diselenggarakannya kegiatan Peacesantren ini, menurutnya, dikarenakan adanya tiga momentum diantaranya yaitu momentum ramadan di mana umat Islam diajarkan untuk mengendalikan diri dari segala hawa nafsu.

Ia menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rencana untuk menyebarluaskan pesan damai dari pesantren. Ia menekankan pentingnya musik dalam menyampaikan pesan damai.

Ia mengingatkan bahwa pesantren merupakan salah satu pilar utama dalam menyangga peradaban bangsa yang dianggap sebagai sebuah tempat episentrum untuk menyebarkan pesan harmoni nan damai.

“Karena musik itu dapat lebih menyentuh jiwa tidak sekadar menyentuh akal. Jadi dia komprehensif, menyentuh seluruh pusat-pusat yang menggerakan manusia, antara akal, jiwa, dan rasa,” katanya.

Ali Ramdhani menambahkan, alasan pihaknya memilih Band Gigi untuk tampil pada acara ini, adalah karena Band Gigi memiliki genre musik yang khas dan dapat membawakan ruang-ruang keagamaan secara baik.

“Dan dia mampu merekonstruksi ruang nada-nada dalam tanda petik kasidah, itu menjadi aroma yang sedikit berbeda, pesannya sama tetapi sentuhannya berbeda itu aja,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Abdusy Syakur Amin, Ketua Yayasan Al Musadaddiyah, menyambut baik acara ini sebagai momen kebangkitan bagi yayasan yang akan genap berumur 50 tahun.

“Keanekaragaman yang kami miliki juga menyebarkan kedamaian bagi semuanya,” ucapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menikmati acara ini sebagai ajakan untuk perdamaian, meskipun memiliki perbedaan.***

Red/K.101

Tinggalkan Balasan