• Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Kamis, Januari 1, 2026
Kabariku
Advertisement
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Lainnya
    • Artikel
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Lainnya
    • Artikel
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan
Tidak ada hasil
View All Result
Kabariku
Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
  • Dwi Warna
  • Kabar Peristiwa
  • Hukum
  • Kabar Istana
  • Politik
  • Profile
  • Opini
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Seni Budaya
  • Pariwisata
  • Hiburan
  • Teknologi
Home News

Bencana Longsor di Buanajaya Bogor, SCF: Diduga Dampak dari Penambangan Emas Ilegal

Redaksi oleh Redaksi
16 Mei 2023
di News
A A
0
ShareSendShare ShareShare

Bogor, Kabariku- Tambang emas ilegal di Bogor bukan hanya di Pongkor Nanggung tapi juga di Gunung Sanggabuana, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Terjadi bencana tanah longsor di Kampung Cibereum, Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin pagi, 8 Mei 2023 sekira pukul 02.20 WIB.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dampak longsoran ini mengarah ke RT. 01, RW. 05, Cibereum yang mengakibatkan setidaknya 107 KK (Kepala Keluarga) harus mengungsi, karena masih ada potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun.

RelatedPosts

BNPB Pastikan Pendanaan Operasi Darurat Sumatra Berjalan Akuntabel

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris Jaringan NII dan AD, Sandri Rumanama: Kerja Nyata Pengamanan Nataru

Polemik Helikopter Pribadi Prabowo, SIAGA 98: Perlu Pahami Mekanisme LHKPN

Solihin Fuadi, Direktur Eksekutif Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) mengatakan, dalam survei ke lokasi longsor pada hari Selasa, 9 Mei 2023, timnya mendapati kondisi tanah masih labil.

“Apalagi jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Material longsoran ini masih mempunyai potensi mengarah sampai ke pemukiman warga,” ucap Solihin. Selasa (16/5/2023).

Menurutnya, pemicu longsor ini, selain karena kondisi tanah yang labil, juga karena faktor alihfungsi lahan hutan yang mengakibatkan kondisi tanah mudah erosi.

Sementara keterangan warga menyebutkan, di ujung bukit yang longsor ini dulu sempat terjadi kegiatan penambangan galena. Dampak dari kegiatan pasca penambangan ini berpotensi menjadi penyebab bencana alam.

“Pada saat assesment ketika terjadi bencana longsor, kami melapor di Posko Bencana yang dikoordinir oleh BPBD Kabupaten Bogor. Sebagai lembaga konservasi, kami hanya melakukan mitigasi, dan akan kembali lagi untuk melakukan rehabilitasi hutan untuk mencegah terulangnya bencana setelah status tanggap darurat selesai,” jelas Solihin.

Penanganan pengungsi di lapangan, berdasarkan paparan oleh Kepala BPBD Bogor, pihaknya merasa sudah cukup mengakomodir kebutuhan para pengungsi, dengan bantuan Dinas Sosial, Tagana, Muspika dan para Relawan yang ada pada saat itu.

“Jadi kami tidak perlu mengeluarkan sumber daya untuk membantu pengungsi, dan akan fokus pada penanganan pasca bencana, terutama rehabilitasi hutan dan ekosistemnya, serta mengedukasi masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga  Menuju Cawapres Pendamping Capres Prabowo Subianto, Ini Saran Prof. Denny Indrayana

Investigasi PETI

Terkait dengan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), dalam investigasi yang dilakukan SCF pada bulan Maret-April 2023, ternyata memang banyak ditemui beroperasi di hutan pegunungan Sanggabuana yang masuk dalam RPH Cariu, BKPH Jonggol, KPH Bogor, Divre Jabar-Banten.

Pada tahun 2023, tercatat aparat penegak hukum secara gabungan yang terdiri dari Polisi Hutan Perum Perhutani, Satpol PP, TNI dan Polri telah melakukan operasi penutupan lokasi PETI di Sanggabuana.

Namun dalam beberapa kali penutupan ini lokasi PETI selalu kosong dan tidak pernah ada pelaku yang diproses hukum.

“Berdasarkan laporan masyarakat Kampung Cibereum, para PETI atau biasa disebut gurandil, selang beberapa hari setelah operasi gabungan pasti kembali masuk hutan dan melakukan penambangan,” ungkap Solihin.

Laporan masyarakat yang disampaikan ini, selalu disertai dengan dokumentasi berupa foto dan/atau video. Masyarakat Kampung Cibereum mengkawatirkan, jika praktik PETI terus berlanjut, selain merusak ekosistem pegunungan Sanggabuana, mengganggu keanekaragaman hayati, juga berpotensi menyebabkan longsor yang bisa merugikan masyarakat.

“Data yang kami terima, pada tahun 2023 dilakukan penutupan oleh aparat gabungan pada tanggal 3 Januari dan 6 Februari 2023,” ujarnya.

Namun beberapa hari setelah operasi, para gurandil kembali menambang. Kegiatan penambangan para gurandil ini secara berkala diinformasikan kepada SCFi, termasuk data para pelaku, alamat pelaku, lokasi penambangan, dan lokasi pengolahan/perendaman lengkap dengan koordinatnya.

“Data dari masyarakat ini yang kemudian disusun dalam bentuk bahan keterangan kemudian kami kirimkan kepada Polsek Tanjungsari dan Unit Tipidter Polres Bogor untuk ditindaklanjuti,” cetusnya.

Untuk membuktikan para PETI ini masih berjalan, masyarakat Kampung Cibereum mengundang SCF untuk melakukan investigasi ke lapangan. Masyarakat juga minta untuk difasilitasi bertemu dan melaporkan kegiatan PETI ini Direskrimsus Polda Jabar dan Komisi IV DPR RI.

“Untuk itu kami perlu menerima undangan masyarakat sekaligus mencari fakta di lapangan,” lanjut dia.

Pada investigasi yang dilakukannya pada tanggal 4 April 2023, pihaknya mendapati masyarakat banyak yang melakukan penggalian, juga pengangkutan batu bahan emas dari hutan menuju tempat pengolahan. Tempat pengolahan batu bahan emas ini ada yang didalam hutan, ada juga yang diolah di rumah-rumah di kampung Cibereum.

Baca Juga  Sekretaris F-PPP DPR RI Achmad Baidowi: Kasus Korban Meninggal di Bandara Kualanamu Kecerobohan Pengelola Bandara

“Hasil investigasi ini kemudian kami laporkan kepada Unit Tipidter Polres Bogor, juga kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Bapak Dedi Mulyadi,” kata Solihin.

“Hasil investigasi pada tanggal 4 April 2023 ini sengaja tidak kami teruskan kepada pejabat Polsek Tanjungsari, karena pada saat kami mengambil keterangan para PETI dengan metode elisitasi, mereka mengaku bahwa bebas melakukan kegiatan PETI karena sudah berkoordinasi dengan oknum Perum Perhutani dan Polsek Tanjungsari,” imbuhnya.

Keterangan para PETI pada tanggal 4 April 2023 ini semakin kuat dengan beredarnya baket yang dikirimkan SCF kepada Polsek Tanjungsari untuk ditindaklanjuti, ternyata baket ini beredar di masyarakat Kampung Cibereum.

Masyarakat mengaku mendapat baket ini dari beberapa PETI, berupa PDF baket lengkap. Sedangkan para PETI mengaku mendapat baket ini dari oknum Polsek. Baket ini menyebar di masyarakat dari para PETI lewat aplikasi Whatsapp.

Solihin mengungkap, pada tanggal 8 April 2023, SCF kembali ke lapangan mendampingi Unit Tipidter Satreskrim Polres Bogor yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipidter Iptu Naufal Syauqi, S.Tr. K .

Di lapangan, sejak dari tempat pengolahan di beberapa rumah warga sampai di lokasi pengolahan batu bahan emas kosong.

“Beberapa tempat pengolahan/perendaman menyisakan beberapa bangunan yang rata dengan tanah merah, padahal sehari sebelumnya mereka masih beroperasi.  Dugaan kami, ini terkait dengan bocornya baket kepada para PETI,” ungkapnya.

Terkait dengan steatment Kapolsek Tanjungsari Iptu Rustami kepada awak media yang menyatakan bahwa benar ada PETI di Sanggabuana, dan Polsek sudah menutup sebanyak 4 kali.

“Kami menyesalkan steatment Bapak Kapolsek. Memang benar, Kapolsek dan teman-teman Muspika dibantu dengan TNI dan Polhut sudah melakukan penutupan 4 kali. Tetapi dalam penutupan ini tidak pernah dilakukan proses hukum terhadap pelaku,” tukasnya.

Sehingga selang beberapa hari penutupan para gurandil ini kembali ke hutan dan tetap beroperasi.

“Kami mempunyai bukti ini dalam bentuk audio visual. Juga kesaksian warga Kampung Cibereum yang setiap hari melaporkan kegiatan para gurandil kepada kami. Yang jelas, sampai H-1 bencana longsor di Cibereum yang terjadi pada Senin 8 Mei 2023, para gurandil masih melakukan aktifitas penggalian di Gunung Sanggabuana,” terangnya.

Baca Juga  PIJAR: Dibiayai oleh Negara, Polisi dan Kejaksaan Harus Mengawasi Netralitas Pendamping Desa

Fakta ini diketahui oleh masyarakat luas karena para gurandil mengangkut batu hasil galiannya menggunakan motor dan kendaraan roda empat lewat jalan kampung.

Aktifitas para gurandil yang pada faktanya tidak berhasil dihentikan oleh aparat, apalagi diproses hukum, yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan berpotensi menimbulkan bencana di masa depan. Seperti di lokasi longsor 8 Mei 2023 yang sebelumnya pernah terjadi aktifitas penggalian batu galena.

Yang membuat pihak SCF dan warga Cibereum sangat kecewa adalah baket dari warga yang disusunnya, berisi nama-nama para pelaku PETI beserta alamat rumahnya, koordinat lokasi penggalian, koordinat lokasi pengolahan, pola kerja, waktu operasi PETI, juga siapa-siapa yang terlibat dibelakang mereka, yang dikirim ke anggota Polsek Tanjungsari malah beredar di Masyarakat.

“Tetapi tidak ada tindakan hukum dari aparat. Ini sangat kontradiktif dengan steatemen Kapolsek di media yang mangatakan bahwa kalau masih mengetahui kegiatan penggalian untuk melapor kepada beliau,” bebernya.

Dengan baket yang lengkap ini, dengan disertai bukti visual yang ada, juga kesaksian masyarakat seharusnya pihak Polsek Tanjungsari bisa melakukan tindakan hukum terhadap para pelaku PETI.

Jika kegiatan yang jelas-jelas dilakukan ini tetap dilakukan pembiaran maka akan menjadi pembenaran atas isu yang berkembang selama ini atas dugaan oknum penegak hukum menerima uang dari para PETI di Cibereum.

“Dan jika ini tetap terus berlanjut tanpa ada proses hukum kepada para pelaku, maka kami akan mendorong masyarakat untuk melaporkan kasus ini, terutama atas beredarnya baket diduga dari oknum Polsek Tanjungsari kepada para PETI, ke  Propam Polda Jabar, Komisi III DPR, dan Kompolnas,” cetus Solihin.

Terakir Solihin menyampaikan, untuk para pengungsi terdampak bencana tanah longsor di Kampung Cibereum, diharapkan segera kembali ke rumahnya masing-masing dan melakukan aktifitasnya.

“Semoga tidak ada lagi para PETI di Pegunungan Sanggabuana sehingga ekosistem dan keanekaragaman hayati yang ada didalamnya tidak rusak, dan bisa bermanfaat untuk perekonomian masyarakat dengan tidak menghilangkan unsur konservasi didalamnya,” tutup dia.***

Red/K.101

Jangan lupa, Ikuti Update Berita menarik dari kabariku.com dan klik follow akun Google News Kabariku dan Channel WhatsApp Kabariku.com

Tags: BPBD Bogorgurandil sanggabuana bogorPenambangan Emas Tanpa Izin (PETI)Sanggabuana Conservation FoundationTambang emas ilegal di Bogor
ShareSendShareSharePinTweet
ADVERTISEMENT
Post Sebelumnya

Rapimnas LP3K Putuskan Penyelenggaraan Pesparani Katolik Tingkat Nasional III Oktober 2023

Post Selanjutnya

Deni SP Pemuda Asli Desa Sarimukti Kalahkan Incumbent di Pilkades serentak Pasirwangi Garut

RelatedPosts

Logo resmi BNPB. (Foto: BNPB.go.id)

BNPB Pastikan Pendanaan Operasi Darurat Sumatra Berjalan Akuntabel

1 Januari 2026
Densus 88 (foto: Istimewa)

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris Jaringan NII dan AD, Sandri Rumanama: Kerja Nyata Pengamanan Nataru

31 Desember 2025

Polemik Helikopter Pribadi Prabowo, SIAGA 98: Perlu Pahami Mekanisme LHKPN

31 Desember 2025
Mendagri Tito Karnavian memproyeksikan kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera mencapai Rp 59,25 triliun

Anggaran Raksasa Pemulihan Sumatera: Tito Karnavian Sebut Capai Rp 59,25 Triliun

30 Desember 2025
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Hasbi Hasan saat diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. (Foto: Ainul Ghurri/Kabariku.com)

KPK Kembali Periksa Eks Sekretaris Mahkamah Agung Soal Dugaan Kasus TPPU

30 Desember 2025
Gedung Mahkamah Agung RI, (Foto: mahkamah agung.go.id)

MA Siapkan PERMA Perkuat Pengadaan Hakim Pengadilan Tingkat Pertama

30 Desember 2025
Post Selanjutnya

Deni SP Pemuda Asli Desa Sarimukti Kalahkan Incumbent di Pilkades serentak Pasirwangi Garut

Dua Puluh Lima Tahun Reformasi Menggugat Kepemimpinan Manipulatif Model Jokowi

Discussion about this post

KabarTerbaru

Presiden beserta rombongan terbatas tiba di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Rabu, 31 Desember 2025, pukul 11.20 WIB

Tutup 2025 di Tapsel, Seskab Teddy: Presiden Prabowo Malam Tahun Baru Bersama Warga Terdampak Bencana

1 Januari 2026
Logo resmi BNPB. (Foto: BNPB.go.id)

BNPB Pastikan Pendanaan Operasi Darurat Sumatra Berjalan Akuntabel

1 Januari 2026
lobi gedung Merah Putih KPK (dok Boelan - Kabariku.com)

KPK Intensifkan Penyidikan Kasus Pemerasan Kejari HSU, 15 Saksi Diperiksa di Kalsel

1 Januari 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Ruang Konpers Gedung Merah Putih KPK

KPK Rampungkan Penyidikan Suap Perkara MA, Berkas Hasbi Hasan Dilimpahkan ke JPU

31 Desember 2025
Densus 88 (foto: Istimewa)

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris Jaringan NII dan AD, Sandri Rumanama: Kerja Nyata Pengamanan Nataru

31 Desember 2025
Ketua Garut Indeks Perubahan Strategis (GIPS), Ade Sudrajat

Kejar Tayang Akhir Tahun, GIPS Pertanyakan Progres Proyek Jalan DBH Panas Bumi di Garut

31 Desember 2025

Polemik Helikopter Pribadi Prabowo, SIAGA 98: Perlu Pahami Mekanisme LHKPN

31 Desember 2025

Kejari Garut Rilis Laporan Kinerja Akhir Tahun 2025, Tunjukkan Capaian Signifikan di Berbagai Bidang

31 Desember 2025

Transformasi Pertamina: Tiga Subholding Dilebur, Direksi Baru Disiapkan

31 Desember 2025

Kabar Terpopuler

  • Gedung Mahkamah Agung RI, (Foto: mahkamah agung.go.id)

    MA Siapkan PERMA Perkuat Pengadaan Hakim Pengadilan Tingkat Pertama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jarang Terungkap, Inilah Orang Tua dan Tiga Saudara Kandung Menlu Sugiono Beserta Pekerjaannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengamat: Negara Masih Berwatak State Crime, Pemberantasan Korupsi Cenderung Simbolik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Tujuh  Anak Try Sutrisno: Dari Jenderal, Dosen, hingga Psikolog di Amerika Serikat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejar Tayang Akhir Tahun, GIPS Pertanyakan Progres Proyek Jalan DBH Panas Bumi di Garut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris Jaringan NII dan AD, Sandri Rumanama: Kerja Nyata Pengamanan Nataru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raport 2025, Sandri Rumanama Nilai Kinerja Polri di Bawah Jenderal Listyo Sigit Capai Hasil Positif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabariku

Kabariku adalah media online yang menyajikan berita-berita dan informasi yang beragam serta mendalam. Kabariku hadir memberi manfaat lebih

Kabariku.com Terverifikasi Faktual Dewan Pers dan telah mendapatkan Sertifikat dengan nomor: 1400/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

Kabariku

SOROTMERAHPUTIH.COM BERITAGEOTHERMAL.COM

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 Kabariku.com

Tidak ada hasil
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Internasional
  • Catatan Komisaris
  • Kabar Istana
  • Kabar Kabinet
  • Dwi Warna
  • Hukum
  • Politik
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Lainnya
    • Artikel
    • Kabar Peristiwa
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Pariwisata
    • Bisnis
    • Profile
    • Pembangunan

© 2025 Kabariku.com