Aliansi Buruh “Gebrak” Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Gebrak menggelar jumpa pers menolak revisi UU Ketenagakerjaan pada Juli 2019 lalu (foto: sbsinews)

KABARIKU – Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah mengungkapkan, peserta aksi massa Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) yang akan bergerak menuju depan Gedung MPR/DPR RI untuk menolak revisi UU Ketenagakerjaan, Jumat (16/8/2019), dihadang oleh aparat.

Dalam siaran persnya yang diterima Kabariku.com tadi siang, Ilhamsyah menyatakan, penghadangan terjadi di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Jakarta Utara.

“Sementara di Kota Tangerang, massa Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) juga dilarang bergerak dari sekitar sekretariat mereka di Batuceper,” ungkapnya dalam siaran pers pihak Gebrak yang ditandatangani empat juru bicaranya yakni Ilhamsyah, Nining Elitos, Akbar Rekawo dan Novri Oov Auliansyah.

Ilhamsyah mengungkapkan, tindakan untuk menghalang-halangi atau berupaya untuk menggagalkan aksi massa sudah terlihat dari beberapa hari sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari tidak diberikannya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk menyampaikan pendapat.

“Dari kita menyampaikan surat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya, pihak Polda Metro Jaya tidak mau membuatkan dan mengeluarkan STTP bagi kawan-kawan yang ingin melakukan aksi,” kata Ilhamsyah.

Ketua Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Ellena Ekarahendy, menilai penghadangan melanggar amanat Undang-undang.

“Menyuarakan pendapat di muka umum merupakan hal yang dijamin oleh negara yang demokratis. Penghadagan terhadap aksi serikat buruh/pekerja telah menciderai amanat demokrasi,” kata Ellena.

Hal sama diungkapkan, Ketua Umum Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP), Jumisih. Menurutnya, tindakan penghadangan aparat tidak demokratis dan merupakan bentuk pembungkaman.

“Oleh karena itu, kami menuntut kepada pemerintah, dan kepada Kapolri untuk menghentikan tindakan pembungkaman terhadap kebebasan mengeluarkan pendapat di muka umum,” jelasnya

Gebrak merupakan gabungan berbagai elemen gerakan buruh dan gerakan rakyat lainnya yang fokus pada isu-isu kerakyatan. Anggota GEBRAK di antaranya adalah Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Jaringan Komunikasi SP Perbankan, Sekolah Mahasiswa Progresif, Pergerakan Pelaut Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Aksi Kaum Muda Indonesia (AKMI), Perempuan Mahardhika, LMND-DN, Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEEER), dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Sementara itu, informasi yang diperoleh Kabariku, penghadangan yang dilakukan aparat terhadap aksi massa karena di gedung DPR/MPR tadi pagi ada acara kenegaraan sehingga harus steril.

“Jadi kalau Senin boleh, kalau sekarang kan ada acara kenegaraan. Bayangkan aja kalau ada acara selametan lalu diganggu,” kata seorang polisi seperti ditulis Tito.id (Jumat, 16/8/2019).(Has)

Redaksi Kabariku.com

Kabariku.com diterbitkan di penghujung Tahun 2017, tepatnya pada Hari Jumat 1 Desember 2017 (12 Rabiul Awal) oleh PT. Media Malka Shazia. Kantor - Jln. Palmerah Selatan No. 30A Jakarta Pusat, 10270, Karindra Building lantai 1 Suite 5A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close