Ingin Belajar Pengolahan Kopi, Petugas Pertanian 11 Kabupaten di Jawa Tengah Kunker ke Garut

Laporan Tono

KABARIKU.Com– Puluhan petugas bidang pertanian dari 11 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian Kabupaten Garut untuk melihat langsung teknik pengolahan kopi dari mulai pembibitan hingga pengolahan pascapanen, Kamis (12/7/2018).

Kedatangan mereka diterima Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, Ir. Haeruman dan dibawa langsung ke petani binaan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kopi Asli Urang Garut (KASUGA).

Ir. Haruman, menjelaskan, para petugas pertanian dari Jawa Tengah yang melakukan kungker ke Kasuga berjumlah sekitar 30 orang. Mereka didampingi juga pajabat Dinas Pertanian Provisi Jawa tengah.

“Tujuannya ingin mengetahui cara bertanam dan menangkar kopi sampai ke penggilingan sehingga Garut menghasilkan kopi terbaik se-Indonesia,” ujarnya.

Seperti diketahui, tambah Haeruman, Senin tanggal 9 Juli 2018 yang lalu, Garut melakukan eskpor kopi ke Taiwan lewat Kasuga yang saat itu dihadiri Wakil Bupati Helmi Budiman.

Sementara itu, Ir. Cisilia Sunarti, M.Sc yang menjabat Kepala Seksi Pascapanen dan Pengolahan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, mengaku senang bisa melihat langsung penangkaran dan pengelolaan kopi di beberapa tempat di Garut.

“Para petani kopi di Jawa Tengah belum tahu sistem dan cara pengolahan kopi yang sesuai SOP, sehingga bisa dinikmati kalangan pecinta dan penikmat kopi dan supaya penjualannya masuk ke pasar di seluruh Indonesia. Kebanyakanya petani di Jawa Tengah, langsung menjual biji kopinya secara gelondongan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, para tamu pun dibawa langsung untuk ke pabrik pengolah kopi Garut milik Mahkota Coffee. Cisilia mengaku kagum dengan proses produksi di pabrik ini yang sudah bisa mengekspor produksinya ke beberapa negara.

Menurutnya, prestasi ini tentu sangat membanggakan sebab membawa nama baik Pemerintah Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat. “Ternyata, Garut bisa menghasilkan kopi Indonesia yang terbaik di dunia,” katanya.

Pengusaha “Mahkota Coffee”, Hari Yuniardi, didampingi istrinya Enung, sempat memaparkan sistem dan cara pengolahan kopi kepada para tamu dari Jawa tengah tersebut.

“Sistem pemetikan, penjemuran sampai ke pengolahan serbuk yang bisa menghasilkan kopi berkwalitas, harus betul-betul dipelajari supaya menghasilkan kwalitas kopi yang aroma dan rasanya tetap terjaga. Dengan demikian para penikmat kopi semakin ketagihan,” kata Hari.

Ia pun mengatakan, dengan cara pengolahan yang baik, kopi produksinya tidak akan mengakibatkan mual dan pusing pengonsumsinya, malah dengan mengonsumsi kopi produksinya ketahanan tubuh akan semakin kuat.

Menurut Heri, pihaknya juga berencana membuat sekolah atau kursus pengolahan kopi dan serta meingkatkan kapasitas SDM para petani sehingga para petani kopi di Garut menjadi handal dan pintar, àpa lagi dengan diberlakukanya perdagangan bebas dengan Masyarakat Ekonimi Asia (MEA).

“Para petani pun mungkin harus bisa mengenal bahasa Inggris untuk sekedar bercakap-cakap,” katanya.

Beberapa perwakilan rombongan dari Jawa Tengah mengaku kunker ke Garut menambah ilmu pengetahuan dalam bidang pengolahan kopi. “Ini sangat bermanfaat dan kami akan sampaikan hasil kunjungan ini kepada para petani di Jawa Tengah,” kata salah seorang anggota rombongan.

Editor LT

Redaksi Kabariku.com

Kabariku.com diterbitkan di penghujung Tahun 2017, tepatnya pada Hari Jumat 1 Desember 2017 (12 Rabiul Awal) oleh PT. Media Malka Shazia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close