Pedagang Bunga Tabur di Tengah Maremanya Puasa

Laporan Rd Agus Sopian

KABARIKU.Com- Berziarah ke makam anggota keluarga atau kerabat menjelang Hari Raya Idul Fitri, telah menjadi tradisi masyarakat muslim Indonesia sejak berabad-abad.

Tak disadari, tradisi itu memberikan kesempatan kepada para pedagang bunga tabur untuk meraup keuntungan lebih dibanding hari-hari biasa. Para pedagang bunga tabur di Pasar Guntur Ciawitali, Kabupaten Garut, misalnya. Namun yang unik, berbeda dengan pedagang pakaian atau lainnya yang menikmati masa marema sejak-awal-awal puasa, pedagang bunga tabur tidak. Selama bulan puasa, mereka umumnya hanya menikmati masa marema satu hari saja, yakni H-1 Lebaran.

Ening (45), salah seorang pedagang bunga tabur di Pasar Ciawitali, mengatakan, permintaan bunga tabur untuk kepentingan ziarah biasanya mengalami peningkatan drastis pada satu hari sebelum lebaran.

“Permintaannya lima kali lipat dari hari-hari biasa Pak,” kata Ening, Rabu (13/6/2018).

Ening yang sudah bertahun-tahun berjualan bunga di Pasar Ciawitali, mengatakan, hingga hari ini penjualan bunga di lapaknya masih biasa-biasa, tak ada bedanya dengan hari-hari bukan masa puasa.

“Biasanya satu hari menjelang Lebaran atau pas mau malam takbiran, saat itulah permintaaan akan bunga meningkat,” katanya.

Hal itu menurutnya karena umumnya warga memilih berziarah tepat di Hari Raya Idul Fitri. “Sehingga malam sebelumnya mereka Membeli bunga tabur untuk dibawa ke makam esok paginya,” tambahnya.

Editor: LT

Ditandai

Redaksi Kabariku.com

Kabariku.com diterbitkan di penghujung Tahun 2017, tepatnya pada Hari Jumat 1 Desember 2017 (12 Rabiul Awal) oleh PT. Media Malka Shazia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close