Lindungi Konsumen Muslim, Uniga akan Dirikan Lembaga Pemeriksa Halal

Achmad Nashir Budiman, SH., dari Pusat Halal Salman ITB berfoto bersama Rektor Uniga Dr. Ir. Abdussy Syakur dan petinggi Uniga lainnya.(dok: Uniga)

Laporan Tia

KABARIKU.Com– Umat muslim di Kab. Garut khususnya dan umumnya Indonesia setiap harinya menikmati berbagai jenis produk konsumsi, baik makanan, minuman maupun obat-obatan. Penjaminan atas aspek kehalalan produk tersebut menjadi penting, sebab hal ini merupakan sebuah kewajiban yang diperintahkan oleh agama.

Universitas Garut (Uniga) sebagai perguruan tinggi yang berazaskan Islam dinilai memiliki potensi dan kemampuan untuk turut berperan menjamin produk halal yang beredar di masyarakat melalui pembentukan Lembaga Pemerisa Halal di Uniga.

Rencana pembentukan lembaga tersebut kini mulai mendapat pembahasan yang intensif dikalangan civitas akademika Uniga. Hal tersebut tergambar dengan kedatangan Achmad Nashir Budiman, SH., dari Pusat Halal Salman ITB. Kedatanganya di Uniga pada Kamis (12/4) langsung disambut Rektor Uniga beserta jajaran pimpinan fakultas.

Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng mengungkapkan, rencana membentuk Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Uniga ini didasarkan atas keterpanggilan hati atau kewajiban sebagai muslim melihat maraknya produk makanan atau minuman yang belum bisa memberikan jaminan soal kehalalannya. Padahal makanan dan minuman halal menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat, namun faktanya, masyarakat masih kesulitan mengidentifikasi kehalalan suatu produk yang mereka konsumsi.

“Maka dari itu kami sebagai perguruan tinggi terpanggil untuk melakukan pemeriksaan produk makanan dan minuman melalui pendekatan riset untuk melindungi hak hak kaum muslim” katanya.

Syakur berharap, rencana ini juga bisa membangun sinergitas dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat dalam memverifikasi kehalalan produk makanan dan minuman.

Seperti diketahui, lanjutnya, perusahaan makanan dan minuman tumbuh begitu pesat di Kabupaten Garut dan sebagai jaminan kehalalan produk tersebut bisa dibuktikan dengan sertifkat halal dari MUI, namun kewenangan ini hanya dimiliki oleh MUI tingkat provinsi.

Sedangkan Ahmad Nashir Budiman, SH mengungkapkan, banyak langkah yang bisa dilakukan oleh Universitas Garut di antaranya mendirikan Pusat Kajian Halal lewat Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang bisa dikaitkan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dengan demikian, kalau ada usaha usaha bisnis makanan dan minuman yang perlu diaudit kehalalan produnya, LPH Uniga bisa masuk di dalamnya agar hak-hak kaum muslim bisa terlindungi.

“Intinya terbentuknya Lembaga Pemeriksa Halal ini menjadi sesuatu yang amat sangat penting, terlebih yang saya tahu masyarakat Garut ini mayoritas merupakan muslim yang taat bukan Islam formalitas. Banyak ulama besar lahir di Garut, masyarakat Garut selalu menjadi pelopor, saya harap Uniga menjadi perguruan tinggi pelopor di Priangan Timur sebagai yang pertama membentuk Lembaga Pemeriksa Halal” ungkap Nashir.

Editor LT

Ditandai

Redaksi Kabariku.com

Kabariku.com diterbitkan di penghujung Tahun 2017, tepatnya pada Hari Jumat 1 Desember 2017 (12 Rabiul Awal) oleh PT. Media Malka Shazia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close