Jenuh dengan PJJ, Mayoritas Siswa Setuju Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Awal 2021

  • Bagikan
Foto ilustrasi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. (*)

KABARIKU – Bagaimana persepsi peserta didik terhadap rencana pemerintah untuk membuka sekolah tatap muka pada awal 2021?

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei singkat tentang hal itu pada 11 hingga 18 Desember 2020 lalu kepada para siswa. Hasilnya, 78,17 persen para siswa menyatakan setuju sekolah tatap muka dimulai awal 2021.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menyebutkan, survei tersebut melibatkan 62.448 responden dari 34 provinsi, dengan mayoritas dari pulau Jawa.

“Dari 62.448 responden, mayoritas menyatakan setuju sekolah tatap muka dibuka pada Januari 2021. Jumlah yang setuju sebanyak 48.817 siswa atau 78.17 persen dari total responden,” kata Retno, Minggu (27/12/2020).

Retno menambahkan, siswa yang menyatakan tak setuju sebanyak 6.241 responden atau 10 persen, kemudian yang menyatakan ragu-ragu sebanyak 10.078 siswa atau sekitar 16,13 persen.

Menurutnya, responden yang setuju sekolah tatap muka di antaranya ada yang beralasan sudah jenuh dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Persentasenya yang menyatakan sudah jenuh sekitar 56 persen. Sementara mereka yang tidak setuju di antaranya mengemukakan alasan khawatir tertular Covid-19 serta kasus Covid-19 masih tinggi.

“Jumlah siswa yang menyatakan khawatir tertular Covid sebanyak 45 persen dari mereka yang tak setuju,” paparnya.

Selain kecamasan tertular Covid-19, para siswa yang tak setuju juga ada yang beralasan ragu akan kesiapan sekolahnya dalam menyediakan infrastruktur dan protokol kesehatan/SOP.

“Yang menyatakan alasan ini mencapai 40 persen responden,” ujarnya.

Retno memaparkan,dari 62.448 siswa yang yang menjadi responden, di antaranya laki-laki 55 persen dan responden perempuan 45 persen. Kemudian jenjang pendidikannya berasal dari SD sebanyak 28.164 orang, SMP 28.132 orang dan SMA 3.707 orang. Ditambah siswa SMK 4.184 orang, siswa SLB 49 anak, sisanya 900 anak berasal dari Madrasah 1,44 persen. (Ref)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *