Hujan Mengguyur, Empat Penambang Emas Tewas di Lubang, Tiga Mahasiwa Tewas di Gua

  • Bagikan
Petugas mengevakuasi salah satu jenazah mahasiswa Unsika Karawang. (*)

KABARIKU – Hujan deras akhir-akhir ini telah mengakibatkan korban nyawa. Di Karawang, Jawa Barat, tiga mahasiswa Unsika (Universitas Singa Perbangsa Karawang) tewas di gua yang mendadak tertutup air. Kemudian di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, empat penambang emas juga tewas akibat gua tempat mereka menambang roboh akibat guyuran hujan.

Di Karawang, tiga mahasiswa yang tewas adalah mahasiswa pencinta alam dari Unsika. Mereka tewas setelah terjebak di Goa Lele, Kampung Tanah Beureum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

Mereka adalah Erisya Rifania (20), mahasiswa Fakultas Keguruan yang berasal dari Kampung Parungtangjung, Cicadas, Bogor. Kemudian, Alief Rindu Arrafa (18) masih mahasiswa Fakultas Keguruan yang berasal dari Griya Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Korban ketiga adalah Ainan Fatmatuzzaroh (19), mahasiswa Fakultas Kesehatan yang berasal dari Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.

Ketiganya terjebak di goa saat melaksanakan kegiatan mahasiswa pecinta alam (mapala). Dugaan sementara, ketika para korban berada di gua, tiba-tiba hujan deras mengguyur dan air hujan masuk ke gua. Akibatnya, ketiganya tewas karena kekurangan oksigen.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah mengatakan, kegiatan pendidikan lanjutan mapala dilakukan pada Minggu (22/12/2019). Pihak SAR Bandung mendapat laporan adanya mahasiswa yang terjebak di gua sekitar pukul 21.00.

Berbekal laporan itu, tim rescue langsung diterjunkan ke lokasi.

Jumlah mahasiswa yang terjebak di goa semuanya ada tujuh orang, yakni Erisa Rifana, Alief Rindu Arrafa, Ainan Fatmatuzzaroh, Dimas Rizki Kurniawan, Hipni Zuhaepi, dan M Ihsan Nurrahman, serta satu anggota rescue Mapala Unsika Evo Rahmat Yulistiadi. Tiga di antaranya pingsan dan kemudian meninggal, yakni Erisa Rifan yang dievakuasi Tim SAR Gabungan pukul 04.25 WIB, Alief Rindu dievakuasi sekira pukul 05.30 WIB, dan Ainan Fatimatuzahro dievakuasi pukul 06.00 WIB.

“Saat dievakuasi, ketiganya dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Deden.

Empat penambang tewas

Sementara di Jambi, empat orang penambang tewas setelah gua tempatnya menambang roboh pada Sabtu (21/12/2019).

Keempatnya berhasil ditemukan tim SAR dibantu aparat Polri dan TNI yang melakukan pencarian sejak Minggu (22/12/2019) hingga Senin pagi (23/12/2019).

Gua tambang emas yang roboh tersebut berada di pingiran Desa Pulau Baru, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. Satu orang berhasil ditemukan beberapa saat setelah gua roboh, sementara tiga orang lainnya ditemukan pada Senin dinihari (23/12/2019),

Kepala Kantor BASARNAS Jambi Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan, dengan temuan yang dilakukan Tim SAR dan aparat lainnya, berarti jumlah korban penambang meninggal yang dievakuasi sudah empat orang.

“Satu orang ditemukan warga pada hari kejadian Sabtu sore,” jelasnya.

Hingga Senin siang ini, Tim SAR dibantu aparat dan masyarakat masih terus melakukan pencarian. Dikabarkan, jumlah penambang yang tertimbun ada enam orang dan yang sudah ditemukan empat orang. Dengan demikian, masih ada dua korban lagi yang masih tertimbun.

“Kami terpaksa melakukan pencarian dengan menggunakan alat berat, soalnya timbunan tanah sangat tebal,” ujar Ibnu.

Keenam korban tersebut, Yusuf (37) warga setempat, dan lima lainnya warga Pati Jawa Tengah.

Pihak Tim SAR masih melakukan identifikasi terhadap para korban tewas yang sudah ditemukan. (Ref)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *