Antiradikalisme Bergaung di Tepi Gunung

0 293

KABARIKU – Forum Keserasian Sosial Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggelar saresehan bertema “Dengan Kebersamaan dan Gotongroyong Kita Jaga Kerukunan untuk Menangkal Paham Radikalisme”, Sabtu (12/10/2019).

Saresehan yang digelar di Madrasah Miftahul Hasanah, Kampung Sukamanah, desa setempat tersebut, ternyata diminati warga. Hal itu terbukti dengan banyak warga yang hadir sehingga tak tertampung kursi yang disediakan penyelenggara.

Saresehan menghadirkan dua narasumber, yakni perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Hj. Kuraesin Nelawati.

Ketua BPD Wanakerta, Sukandi mengatakan, radikalisme jangan dimaknai sempit sehingga hanya tertuju pada pelaku teror. Menurutnya, orang yang memaksakan kehendak, mengganggu ketertiban umum, dan kemudian melanggar aturan perundangan-undangan pun merupakan bentuk dari radikalisme.

“Oleh karena itu, tema gotong royong, kerukunan untuk mencegah faham radikalisme tepat digelar di Wanakerta. Desa wanakerta berbatasan dengan pegunungan di mana masyarakatnya masih menjungjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong dan antiradikalisme. Maka saresehan ini bertujuan untuk lebih memberikan pemahaman agar masyarakat terus memelihara sikap kebersamaan dan gotong royong tersebut, dan mentaati segala aturan agar tidak menganggung ketertiban dan keamanan,” katanya.

Kaum ibu pun antusias menyimak saresehan meskipun terpaksa duduk di luar karena di dalam tak kebagian tempat.*

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Sosial Jawa Barat, Yudi Prihadi, dalam kesempatan itu memberikan kabar membanggakan. Menurutnya, Pemprov Jawa Barat menilai bahwa masyarakat Desa Wanakerta memiliki sikap gotong royong cukup tinggi. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Sosial memberikan program bantuan berupa pembangunan TPT (tembok penahan tanah) untuk lebih memicu kentalnya kegotongroyongan dan keserasian sosial di Wanakerta.

Yudi pun menyatakan salut atas rampungnya pembangunan TPT yang dikerjakan secara gotong royong oleh warga.

“Sengaja pemerintah meluncurkan program tersebut. Tujuannya untuk mengembalikan adat gotongroyong yang merupakan adat luhur warisan nenek moyang kita. Kami berharap, kegotongroyongan di Desa Wanakerta terus dipelihara dan makin ditingkatkan,” katanya.

Hal sama diungkapkan Plt Kadis Sosial Hj. Kuraesin Nelawati. Ia mengatakan, kegotongroyongan dan semangat tersebut merupakan modal pembangunan yang tak ternilai.

“Satu hal yang harus dikedepankan untuk memelihara kebersamaan dan keserasian sosial adalah musyawarah. Laksanakan musyawarah untuk memutuskan segala hal yang menyangkut kepentingan masyarakat,” katanya.

Di akhir acara, Ketua Forum Keserasian Sosial Desa Wanakerta, Maman Sudarmanto, menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan saresehan tersebut.

“Termasuk kepada Pemprov Jawa Barat yang telah memberikan program TPT dengan tujuan membangkitkan kembali semangat gotongroyong di tengah masyarakat pedesaan. Kami yakin TPT ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

“Atas nama masyarakat Desa Wanakerta, kami menghaturkan terima kasih atas program tersebut. Menurut hemat kami, program itu merupakan salah penghargaan pemerintah kepada masyarakat Desa Wanakerta,” ungkapnya. (Ref)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.