Simposium APGN ke-6 Digelar di Rinjani, Alimin Ginting: Geopark akan Perbaiki Kehidupan Masyarakat

0 145

Alimin Ginting di lokasi APGN ke-6 di Rinjani NTB.

KABARIKU – Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan simposium geopark se-Asia Pasifik. Acrabertajuk Simposium Asia Pasific Geoparks Network (APGN) ke-6 tersebut digelar di Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark, Nusa Tenggara Barat (NTB) dari tanggal 1 hingga 9 September 2019.

Menurut keterangan, ada 614 peserta dari 30 negara yang hadir pada kegiatan dua tahunan ini. Penunjukan Rinjani Lombok UGGp sebagai tuan rumah Simposium ke-6 APGN merupakan hasil keputusan APGN Advisory Committee di Zhijindong Cave Global Geopark beberapa waktu lalu.

Alimin Ginting, Ketua Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BPGKT) 2116-2017 yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, geopark adalah satu kawasan yang memiliki warisan alam, terutama warisan geologi (geological heritage) bersekala internasional.

“Dan saat ini geopark berkembang tidak terbatas pada warisan geologi tapi juga termasuk cultural diversity (warisan budaya) bio diversity (warisan hayati),” katanya dalam pesan WhatsApp-nya kepada Kabariku, Selasa (3/9/2019).

Warisan ini, lanjut Alimin, dikelola dengan konsep edukasi, proteksi/pelestarian dan ekonomi berkelanjutan dengan pelaku adalah masyarakat setempat, termasuk pengelolaan geowisata dan wisata budaya (wisata alam dan budaya).

“Tujuannya untuk mengangkat ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan,” paparnya.

Menurutnya, geopark juga mengandung unsur SDGs yang bisa mmperbaiki dan mengangkat kehidupan masyarakat setempat dari banyak sisi, seperti kesetaraan gender, pendidikan, menghilangkan kemiskinan, melesrarikan lingkungan, memelihara sumber pangan dan air, dan lain lain.

Alimin yang berpengalaman langsung mengelola warisan geologi dan budaya Kaldera Toba, menyatakan, secara umum wisata berbasis geopark (berbasis alam dan budaya) lebih bermartabat dan beradab karena semua pengunjung mendapat penjelasan tentang apa yang mereka lihat dan temui.

“Misalnya proses geologi apa yang terjadi di sana sehingga alam di tempat itu begitu indah, apa makna budaya mereka dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana keragaman hayati sekitarnya mendukung kehidupan masyarakat setempat. Pengunjung pun mendapat penjelasan tentang flora atau tumbuhan yang menjadi sumber obat-obatan bagi masyarakat setempat,” bebernya.

Intinya, kata Alimin, setiap pengunjung ke tempat destinasi wisata geopark, diedukasi untuk menghargai warisan alam , budaya dan lingkungan untuk tujuan pembangunan berkelajutan. (Ref)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.