Lima Fakta di Balik Pemadaman Listrik dan Rencana Kompensasi PLN

0 51

 

KABARIKU – Pemadaman listrik di sebagian wilayah Pulau Jawa, Minggu (4/8/2019) mengakibatkan kerugian di sejumlah sektor, terutama usaha bidang pariwisata dan pelayanan jasa. Apalagi pemadaman terjadi saat hari libur, di mana masyarakat banyak yang menghabiskan waktunya di tempat-tempat wisata.

Inilah lima fakta di balik padamnya listrik kemarin.

1. Marah, Presiden Jokowi lontarkan kata cukup pedas

Pemadaman kemarin membuat Presiden Jokowi marah. Ia pun melontarkan kata-kata cukup pedas. Usai Plt Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Intan Cahyani menjelaskan penyebab pemadaman Jokowi, mengatakan, penjelasan Intan panjang sekali.

“Pejelasannya panjang sekali. Pertanyaan saya bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter, apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung? Apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian-kejadian? Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop? Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung tidak dikalkulasi dan itu betul-betul merugikan kita semuanya,” kata Presiden (detik.com, Senin 5/8/2019).

2. Kerugian lebih Rp 90 miliar

Menurut Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Johnny Darmawan , kerugian sementara akibat pemadaman kemarin lebih Rp90 miliar.

“Kerugian bisa lebih dari Rp90 Miliar karena yang terkena adalah Jakarta dan sekitarnya. Berhubung pemadaman di hari Minggu, dampaknya mengena kepada pabrik yang overtime karena operasinya pasti akan full speed. Mal, hotel, dan pom bensin tidak berfungsi. Memang ada hotel yang mempunyai genset besar, tapi bagi yang tidak?” kata Johnny Darmawan. (CNBC Indonesia, Senin 5/8/2019).

3. PT KAI kembalikan uang tiket penumpang

Padamnya listrik di sebagian Pulau Jawa mengakibatkan perjalanan kereta api dari Jakarta -Jawa Tengah – Jaa Timur, terhambat. Manager Humas Daop 7Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan, akibat pemadaman maka pada hari kemarin beberapa perjalanan KA yang masuk wilayah Daop 7 Madiun mengalami kelambatan khususnya KA yang keberangkatan dari Jakarta Gambir.

Klik juga: Ternyata Ini Alasan Sri Mulyani Rela Lepas Jabatan di Bank Dunia untuk Jadi Menkeu

“Dari kejadian tersebut, bagi para pelanggan apabila membatalkan perjalanannya, akan dikembalikan 100 persen sesuai dengan harga tiket. Dan jika kelambatan terjadi lebih dari tiga jam maka akan diberikan service recovery,” jelasnnya. (merdeka.com. Senin, 5/8/2019).

4. Kebakaran di Johar Baru

Pemadaman listrik pada Minggu (4/8/2019) mengakibatkan kebakaran di Jalan Tanah Tinggi Barat, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Kebakaran terjadi akibat api dari lilin yang dinyalakan warga saat pemadaman listrik di sebagian Pulau Jawa. Kebakaran terjadi mulai pukul 20:30 WIB dan berhasil dipadamkan pada pukul 23:37 WIB.

Sebanyak 17 rumah musnah dan 109 jiwa harus mengungsi. Kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp 1 miliar.

5. PLN siap berikan kompensasi

PLT Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten menyatakan, PT PLN akan mengikuti peraturan yang berlaku terkait kompensasi yang dapat diberikan kepada pelanggan atas padamnya listrik pada Minggu (4/8/2019) di Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Mngutip Antara (Senin, 5/8/2019) untuk kompensasi, PLN akan mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero).

Menurut pasal 6 Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 PT PLN (Persero) wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen apabila realisasi tingkat mutu pelayanan tenaga listrik melebihi 10% (sepuluh persen) di atas besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik yang ditetapkan. Untuk indikator, yakni lama gangguan, jumlah gangguan, kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan rendah, kesalahan pembacaan kwh meter, waktu koreksi kesalahan rekening, dan atau kecepatan pelayanan sambungan baru tegangan rendah.

Klik juga: Rumah Susi Pujiastuti di Pangandaran Dilempari Batu, Polisi Amankan Seorang Pemuda

Pengurangan tagihan listrik kepada konsumen bervariasi yakni 35 persen untuk konsumen golongan tarif yang dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik dan 20 persen untuk konsumen golongan tarif yang tidak dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik.

Selain itu pada Pasal 7 Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017, PLN dapat terbebas dari kewajiban pengurangan tagihan listrik kepada konsumen lama dan jumlah gangguan diperlukan untuk pemeliharaan, perluasan atau rehabilitasi instalasi, terjadi gangguan pada instalasi yang bukan karena kelalaian PT PLN, serta terjadi keadaan yang berpotensi membahayakan keselamatan umum, dan untuk kepentingan penyidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Ref)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.