Menkeu Sri Mulyani Imbau Masyarakat Laporkan SPT Pajak Tepat Waktu 31 Maret 2024

Jakarta, Kabariku- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama dengan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2023, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/3/2024).

“Hari ini Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden dan seluruh menteri telah melakukan kewajiban tersebut dan tadi telah disampaikan dalam bentuk penyerahan secara elektronik,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers usai penyerahan SPT.

Pada kesempatan itu, Menkeu mengimbau masyarakat untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2023 secara tepat waktu.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) batas akhir penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2023 adalah tanggal 31 Maret 2024.

“Ini masih ada sembilan hari ke depan dan bisa dilakukan secara elektronik, jadi tidak perlu harus pergi ke kantor pajak,” ujar Menkeu.

Menkeu mengungkapkan, hingga Kamis (21/3/2024) pukul 23.00 WIB jumlah pelaporan SPT pajak orang pribadi telah mencapai 9,6 juta wajib pajak, atau naik 7,7 persen dari tahun sebelumnya.

“Naiknya secara kuantitatif 686.980 SPT. Tahun lalu itu posisi tadi malam adalah 8.914.061 SPT yang sudah masuk,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak yang telah melaporkan SPT secara tepat waktu.

“Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah melaksanakan kewajiban SPT-nya bagi mereka yang memiliki pendapatan di atas pendapatan tidak kena pajak,” tandasnya.

Setelah melakukan pelaporan, Presiden dan Wapres menunjukkan bukti penyampaian SPT pajak elektronik kepada awak media. Presiden dan Wapres kemudian berfoto bersama dengan para menteri yang juga telah selesai melakukan pelaporan.

Tampak hadir, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan; Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung; Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan; Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie; Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin; dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono.

Hadir juga Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani; Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar; Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono; Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia; Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo; Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.***

*Setkab

Red/K.101

Tinggalkan Balasan